HIMABIO Udayana with Frank Williams Museum Patung Burung organizing International Webinar on Marine Biodiversity Conservation  

Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Udayana melakukan kolaborasi dengan Frank Williams Museum Patung Burung Universitas Udayana untuk menyelenggarakan webinar internasional yang bertajuk "Marine Biodiversity Conservation". Webinar ini diharapkan mampu memberikan informasi terkini mengenai biodiversitas dan kehidupan laut, serta ancaman dan tindakan pencegahannya. Acara yang berlangsung pada Sabtu 25 September 2021 telah diikuti secara virtual lebih dari 200 peserta, baik yang tergabung pada media video conference Cisco Webex maupun melalui kanal youtube Udayana TV.


Webinar ini dimulai dengan laporan dari panitia yang sekaligus merupakan ketua Himabio Udayana, Adi Ariyanto Wibisono. Adi menyampaikan bahwa demografi peserta sangat beragam dan mencakup hampir seluruh wilayah di Indonesia, dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, sampai Papua. Acara dilanjutkan dengan sambutan dan pembukaan oleh dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Udayana, Dra. Ni Luh Watiniasih, Ph.D. Beliau berharap bahwa webinar ini tidak hanya bertukar informasi, namun juga bisa meningkatkan minat dan awareness terhadap kelestarian kehidupan laut.


Acara utama pada webinar ini adalah sharing dari narasumber yang terbagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama dimoderatori oleh Drs. Job Nico Subagio, M.Si. dengan narasumber Simon Talbot dari Institute for Marine and Antartic Studies, University of Tasmania - Australia dan Dr. Rodney Westerlaken dari Westerlaken Foundation. Pada sesi ini Simon menyampaikan tentang scientific diving dan bagaimana melakukan persiapannya dengan baik. Di sisi lain, Dr. Rodney menyampaikan mengenai mamalia laut yang terdampar di Bali, serta cara penanganannya. Topik mengenai penanganan stranded mammals merupakan topik yang relatif baru. Beberapa tahun terakhir, banyak hewan laut yang terdampar, namun masih belum dapat ditangani dengan maksimal.


Pada sesi kedua, posisi moderator diambil alih oleh Dr. Deny Suhernawan Yusup. Beliau memandu diskusi dengan narasumber Boas Emmanuel dari Burung Laut Indonesia dan I Dewa Kadek Wira Sanjaya dari CTC Marine Protected Area Nusa Penida. Boas menyampaikan dengan lugas mengenai migrasi dan beberapa jenis burung laut khas yang dapat dijumpai di Indonesia. Pada saat yang sama, Boas juga menyampaikan mengenai ancaman pada burung laut, dari aktivitas manusia sampai pencemaran plastik. Pada sesi berikutnya, Dewa Kadek Wira Sanjaya menjelaskan mengenai perkembangan koral dan aktivitas penyelaman di Nusa Penida. Beliau melaporkan bahwa secara statistik terjadi penurunan jumlah penyelaman, namun hal ini disertai dengan peningkatan kualitas dan kuantitas koral.


Setelah sesi sharing, acara dilanjutkan dengan penutupan berupa closing remarks dari Dra. Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni, Ph.D. yang merupakan kepala Frank Williams Museum Patung Burung, Pusat Studi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Bidang Ornitologi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Udayana. Beliau berharap bahwa acara ini mampu memberikan kesan kepada peserta webinar. Beliau juga menyampaikan terima kasih atas kesediaan narasumber untuk berbagi dalam acara ini. Setelah closing remarks, acara diakhiri dengan foto bersama.